Senin, 15 Juni 2015

BULAN RAMADHAN

Dikutip dari kitab "DURRATUN NASIHIN"  karya Usman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Kahubawiyyi

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"





 شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ 

            "Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan [permulaan] Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda [antara yang hak dan yang bathil]."








                "Setiap amal perbuatan dari anak Adam adalah untuk dirinya. Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku sendirilah yang memberikan pahalaNya."


Rasulullah SAW bersabda :

               "Apabila datang awal malam bulan ramadhan Allah berfirman : Barang siapa mencintaiKu maka Aku mencintainya. Barang siapa meminta ampun padaKu ,maka Aku akan memberikan ampunan kepadanya sebagai penghormatan bagi bulan ramadhan. Kemudian Allah memerintahkan kepada para Malaikat pencatat agar mencatat amal kebaikan mereka dan Allah menghapuskan dosa dosa mereka yang telah lalu."
(Hadist Qudsi)

                 Diriwayatkan bahwa lembaran-lembaran Nabi Ibrahim AS, diturunkan pada malam pertama bulan ramadhan. Dan Taurat pada malam keenam bulan ramadhan tujuh ratus tahun sebelum diturunkan Shuhuf-Shuhuf Ibrahim AS, dan kitab Zabur diturunkan pada malam dua belas bulan ramadhan lima ratus tahun sebelum kitab Taurat. Kitab Injil pada malam kedelapan belas bulan ramadhan seribu dua ratus tahun setelah diturunkanya kitab Zabur. Adapun Al- Qur'an diturunkan pada malam ke dua puluh tujuh bulan ramadhan, selang enam ratus dua puluh tahun setelah Injil. 
(Kitabul Hayat)

                   "Diriwayatkan apabila bulan sabit telah terbit menunjukkan awal malam bulan ramadhan, maka berteriaklah 'Arsy, Kursi , Malaikat dan selainya seraya berkata : "Bahagialah umat Muhammad SAW , dengan kehormatan yang diberikan oleh Allah dari sisiNya. Dan Matahari, bulan , bintang-bintang , burung yang ada di udara, serta ikan ikan yang ada di air dan semua yang memiliki ruh dipermukaan bumi ini pada memintakan ampun bagi umah Muhammad SAW kecuali para syetan yang terkutuk. Sehingga pada pagi hari tidak seorang pun terlupakan dari ampunan Allah. Dan Allah berfirman kepada para malaikat: "Jadikanlah shalawatmu dan tasbihmu pada bulan ramadhan untuk umat Muhammad SAW."

                      Ada sebuah kisah dari shahibul Hikayat : bahwa seorang bernama Muhammad di mana ia tidak pernah mengerjakan shalat, tetapi bila datang bilan ramadhan ia menghiasi dirinya dengan pakaian - pakaian bagus bagus serta membersihkan dirinya dengan memakai wangi wangian dan dengan tekun mengerjakan shalat wajib dan sunat. Kemudian ditanya, "Mengapa anda berbuat demikian?" maka ia menjawab: "bulan ini bulan taubat, bulan rahmat, bulan berkah, semoga atas karuniaNya Allah dapat mengampuni segala dosaku."

                      Setelah ia meninggal ia dimimpikan oleh sahabatnya, dalam impian tersebut ia ditanya: Apa yang Allah perbuat Ia menjawab: "Allah telah mengampuni dosa dosaku , karena aku telah menghormati bulan ramadhan."









Kamis, 14 Mei 2015

BULAN RAJAB DAN FADHILAHNYA

Dikutip dari kitab "DURRATUN NASIHIN"  karya Usman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Kahubawiyyi

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"





إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّہُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَہۡرً۬ا فِى ڪِتَـٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡہَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ۬‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ‌ۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيہِنَّ 
أَنفُسَڪُمۡ‌ۚ وَقَـٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِڪِينَ كَآفَّةً۬ ڪَمَا يُقَـٰتِلُونَكُمۡ ڪَآفَّةً۬‌ۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ

         "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram . Itulah [ketetapan] agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (At-Taubah : 36)

          "Ketika malam dimi'rajkan aku melihat sungai yang airnya manis seperti madu dan lebih dingin daripada es, lebih wangu daripada musk.Maka aku bertanya : "Wahai jibril untuk siapakah ini semua?" Jibril menjawab : "Untuk mereka yang membaca shalawat untukmu pada bulan Rajab." Nabi bersabda : " Tobatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampunan dari dosa-dosamu dan jauhilah dari perbuatan maksiat pada bulan haram yaitu Rajab"

           Dari Anas bin Malik r.a berkata : "Aku bertemu dengan Mu'ad bin Jabal r.a . Maka aku bertanya kepadanya : "Dari mana engkau datang ya Muadz? ". Ia menjawab : " Aku dari tempat Rasulullah." "Apa yang engkau dapatkan darinya?" Tanya Anas. "Aku mendengar bahwa barang siapa  ya menguncapkan La Ilaaha Illalloh, maka akan meninggal dengan ikhlas masuklah ia kedalam surga. Barang siapa yang berpuasa pada bulan Rajab, karena mengharap ridho Allah masuk surga. Maka aku terus masuk rumah Rasulullah dan bertanya : "Wahai Rasulullah , sesungguhnya Muadz bercerita begini begini.". Maka Rasulullah SAW menjawab benar apa yang dikatan Muadz.
(Zuhrotur Riyad).

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وَذُو الحِجَّةِ، وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى، وَشَعْبَانَ

            “Sesungguhnya waktu berputar seperti keadaannya sewaktu Allah menciptkan langit dan bumi. Setahun itu dua belas bulan, diantaranya empat bulan haram. Tiga bulan berurutan; dzul qa’idah, dzul hijjah, dan muharram. Sedangkan rajab (bulan yang diagungkan oleh kabilah) Mudhar, berada di antara bulan jumadil akhir dan sya’ban”. [HR. Bukhari dan Muslim]

             Maksudnya adalah bahwa kita kembali berhajji pada bulan Dzulhijjah yang mana waktu hajji ini telah digeser dan dirubah oleh orang orang jahiliyyah, oleh sebab itu Allah berfirman dalam Al-Qur'an :
 إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌ۬ فِى ٱلۡڪُفۡرِ
              "Sesungguhnya perbuatan mengundur-undurkan bulan Haram, hanya akan menambah kekafiran."

              Maksudnya adalah bahwa pengunduran bulan Muharam ke bulan yang lain adalah merupakan perbuatan yang menimbulkan kekafiran. Dan bahwasanya penghormatan bulan Haram adalah merupakan warisan dari Ibrahim dan Ismail dimana pada bulan tersebut mereka mengharamkan perang. Tapi mereka merubah ketentuan-ketentuan dalam bilangan bulan, dengan mengundur undur atau memajukan bulan haram karena terdorong oleh kepentingan perang, sehingga kadang kadang satu tahun menjadi tiga belas atau empat bulan.

               Diceritakan bahwa yang biasa merubah ketentuan haram adalah kabilah "khianah" karena mereka adalah orang orang fakir yang penghidupanya ditunjang oleh hasil perang dan rampasan, maka halal atau haramnya bulan adalah ditentukan oleh pimpinan kabilah sesuai dengan kebutuhan akan barang barang rampasan sebagai sarana hidup, dan pimpinan yang terkenal adalah "Junadah bin Auf Al-Kinani."

                Perbuatan ini adalah merupakan suatu dosa karena merubah ketentuan Allah dan dosa itulah yang akan dapat menambah kekafiran.

                Pada mulanya memang orang orang dizaman jahiliyyah mengharamkan perang dalam empat bulan haram itu, hal mana berlaku terus dalam permulaan lahirnya Islam, akan tetapi secara ijmak hukum itu tidak berlaku karena para sahabat masih juga berperang pada bulan tersebut.

                Adapun pada jaman sebelum Islam, orang orang jahiliyyah pada bulan haram dipergunakan untuk mengadakan korban korban yang dipersembahkan untuk berhala berhala. Hari hari penyembelihan korban tersebut dinamakan hari hari besar. Adat seperti ini telah terhapus oleh syariat Islam dan ditentukan bahwa hari raya menurut Islam adalah Idul Fitri, Idul Adha dan hari hari tasyrik. Mengadakan hari hari selain yang ditentukan adalah bid'ah.

                 Dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah , telah ditentukan musim-musimnya , waktu, tempat tempat dan caraya, serta pahala yang disediakan kepada hamba hamba Allah.Maka berbahagialah orang yang mendapat kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.





Minggu, 15 Juni 2014

Peranan Para Wali Agung

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillahi rabbil alamin asholatuwassalam ala asrofil ambiya i warmursalin wa ala alihi washohbihi ajmain.

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dimana hari ini saya bisa memposting tentang peranan wali-waliNya,dan semoga Allah mengampuni bila ada kesalahan dalam saya memposting.Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam

dimana dengan tugasnya beliau mengemban sebagai penyempurna akhlak manusia,dan juga pembawa berita baik dan buruk.Juga,Rahmat Allah semoga tetap terlimpahkan kepada para Anbiya ,para Auliya,para Arifin,orang-orang muslimin dan muslimat,dan juga para malaikat Allah.Saya berharap dengan shalawat kepada Rasulullah SAW,saya diampuni oleh Allah bila ada kesalahan dalam menulis postingan saya.

Demikian saja sambutan dari penulis.Semoga yang membaca mendapatkan barokah,dan juga manfaat dari apa saja yang saya tulis,sehingga bertambahlah taqwa kita kepada Allah SWT.Amin ya robbal alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Bismillahirrahmaanirrahim.

Postingan saya ini berdasarkan kitab "manaqib 50 wali agung" yang ditulis oleh shohibul fadhilah al mukarrom kyai Ahmad Shiddiq Jembar dan Gus Mik/kyai Hamim Jazuli,Rahmat Allah semoga tetap terlimpahkan kepada mereka.


Sabda panutan kita wali qutub agung Imamul Muhaqqiqin Syaikh Abdul Wahhab asy Sya'roniy yang setiap malamnya beliau mengitari jagad raya ini di segala penjuru tempat mana saja oleh beliau diperiksa dan dikontrol,setelah cukup menerangkan semua akhlaknya sendiri dalam kitabnya Minan Kubro "Semua yang sudah saya sebut dibanding dengan yang belum hanya bagaikan setetesnya air laut.Semua akhlaknya para murid hanya sepercikan akhlaknya para 'Arifin.Semua akhlaknya para 'Arifin hanya sepercikan air laut akhlaknya para 'Anbiya' Wal Mursalin

 

Sabdanya Wali qutub ghouts Imam Ibnul 'Aroby dalam kitabnya Futuhaatul Makkiyah beliau menerangkan yang ringkasanya sbb : Allah SWT,mempuyai orang-orang yang khusus dan menjadi pilihan-Nya diantara para hambanya semua dari sejak kakeh Adam As.Ila yaumil qiyamah selalu ada.Yaitu orang-orang yang mempunyai pangkat Rasul,nabi,Wali dan iman,yang tertinggi adalah pangkat Rasul.

 

Para beliau-beliau itulah sebagai qutub/sentral,pimpinan dan paku-paku Allah yang digunakan untuk memelihara alam dunia ini.Agama ibarat rumah,empat pangkat tadi adalah ibaratnya empat pojok.Setelah beliau Nabi SAW,wafat.Agama dan syari'at tidak terganti lagi dan tidak akan ada Rasul lagi,untuk menetapi dan meneruskan syari'at Nabi kita,sebagai keramat tingkat empat.Yaitu nabi Idris As.yang berada di langit tingkat empat.Semua langit tujuh itu masih termasuk dalam ruang lingkupnya alam dunia.Dan Nabi Ilyas,nabi 'Isa dan Nabi Khodir As.Nabi empat inilah sebagai autad (paku bumi) yang 2 sebagai Imamnya yang satu sebagai qutubnya.Qutub itu sebagai pusat jurusan incara Allah melihat alam dunia.Para Auliaya' pada zamanya masing-masing adalah berfungsi bagaikan kenabian pada zamanya.Para Auliaya' itu banyak sekali tingkat-tingkatanya dan masing-masing mempunyai nama gelar tersendiri.Ada yang bilanganya terbatas dan ada yang tidak terbatas banyak sekali.Adapun yang terbatas hitunganya sbb :

 

1.Wali Qutub setiap zamanya hanya satu orang, ini juga bernama Wali Ghouts (pusat pertolongan) adalah yang menjadi gusti (pimpinan) semua manusia pada zamanya.Para wali qutub ini pemerintahanya ada yang full lahir batin dan ada yang hanya batinya saja.Yang full memerintah lahir batin adalah kholifah Abu Bakar,'Umar,'Utsman,Ali,Hasan,Mu'awiyah dan raja 'Umar bin 'Abdul 'Aziz.Yang banyak hanya memerintah bidang batin saja seperti wali qutub Imam Abu Yazid al Basthomi Ra.

 

2.Wali Imam /Aimmah setiap zaman hanya dua orang dan berkedudukan menggantikan wali qutub sewaktu wafat

 

3.Wali Autad (paku jagad) setiap zamnaya hanya ada 4 orang.

 

4.Wali Abdal ada 7 orang,ada yang mengatakan 40 orang.Nama abdal (artinya ganti) karena apabila wali ini sedang berpergian meninggalkan ganti dirinya dengan banyangan ruhani yang kelihatan persis dengan orangnya.Siapa orangnya yang menjadi wali badal ada 4 yaitu : lapar,berjaga,diam,dan menjauhkan diri.Dan selanjutnya.Banyak hadits-hadits yang menerangkan jumlah bilangan Wali Allah seperti dalam kitab Fatawal Hadiitsiniyyah libni Hajar.Semua itu selalu ada di bumi ini,kalau ada yang meninggal lalu ada yang menggantikanya.Dan sebab para 'Auliya itulah Allah SWT.Menetapkan bumi,menolak bilahi petaka,menolong ummat dari musuh,memberi hujan dan seterusnya.

Alhamdulillahirabbilalamain.